Epilepsi/Ayan dan Kejang Tanpa Demam

Kejang tanpa demamBila anak mengalami kejang tanpa diawali dengan demam, kemungkinan penyebabnya ada beberapa hal :

  1. Keturunan: Orangtua yang pernah mengalami epilepsi pada masa kecilnya, dapat menurunkan epilepsi tersebut kepada anak-anaknya..
  2. Neurologis: Trauma lahir, benturan di kepala, tumor otak, pendarahan otak, atau bisa juga akibat kekurangan oksigen.
  3. Non-neurologis: Misal karena kekurangan elektrolit akibat muntah, diare, gangguan peredaran darah, keracunan obat, atau bisa juga akibat gula darah yang rendah.

Kasus kejang tanpa demam, terbanyak ditemui pada anak usia kurang dari 6 bulan. Bila hal ini terjadi berulang, orang tua perlu waspada akan kemungkinan anak menderita epilepsi. Pada usia ini, kejang demam tidak hanya berbentuk kejang, namun yang sering terjadi juga adalah mata anak juling ke atas, tangannya seperti gemetar atau bibirnya berkedut.

Bila anak mengalami kejang, maka hal yang harus dilakukan adalah:

  1. Longgarkan pakaian dan lepaskan apapun yang menghambat jalan napasnya.
  2. Miringkan tubuh, agar air liur yang biasanya keluar, bisa dialirkan ke samping dan tidak membuat tersedak.
  3. Jangan mencoba memberikan anak minuman apapun termasuk kopi yang dipercaya sebagian orang dapat menghentikan epilepsi. Hal tersebut malah dapat membahayakan anak.
  4. Segera larikan anak ke Rumah Sakit, usahakan kejang tidak lebih dari 3 menit agar tidak banyak sel-sel otak yang rusak.

Dari 100 bayi baru lahir yang mengalami kejang tanpa demam, 25 bayi akan mengalami kejadian serupa dalam masa 7 tahun, dan dari mereka yang mengalami kejang ulang, 19 bayi diantaranya menderita epilepsi. Sebaiknya siapkan obat antikejang di rumah untuk berjaga-jaga bila anak punya riwayat kejang.

Bila anak terkena epilepsi, tidak perlu khawatir berlebihan karena anak dengan epilepsi bisa tumbuh seperti anak normal lainnya. Prestasi belajarnya pun tidak kalah dengan anak normal, kecuali bila memiliki gangguan pertumbuhan atau memiliki kelainan lahir. Lakukan kontrol rutin setiap tiga bulan sekali, selama tiga tahun. Apabila baru dipantau selama setahun dan epilepsi sudah kambuh, maka hitungannya dimulai lagi dari nol, dan pantau lagi hingga bisa dilalui masa tiga tahun tanpa kambuh.

Daftar Kalori Makanan Siap Santap

Kalori pada makananSelain daftar kalori makanan Golongan I yang sudah ditulis dalam artikel sebelum ini, di bawah ini saya cantumkan lagi daftar kalori makanan siap santap, baik produksi restoran fast food maupun produk dalam kemasan. Beberapa di antaranya memiliki kandungan kalori yang cukup mengejutkan, seperti Big Mac dari McDonald yang memiliki kalori 502 untuk 1 porsinya. Demikian pula dada ayam dari KFC yang kandungan kalori-nya 470. Untuk lengkapnya silahkan lihat di tabel di bawah ini:

KALORI KARBOHIDRAT
Jenis Makanan Jumlah/Ukuran Kalori
Bihun goreng 1 piring 521
BigMac Burger 1 porsi 502
Bubur instan 1 bungkus 150
Indomie goreng 1 bungkus 430
Jagung manis 1 cup 177
Kentang goreng Small 231
Nasi putih 3/4 gelas 175
Mashed potato instan 1 cup (94g) 87
Pizza Supreme 1 potong 510
Oatmeal 4 sdm. 130
KALORI PROTEIN
Jenis Makanan Jumlah/Ukuran Kalori
Ayam tanpa kulit 1 ptg sedang 50
Dada ayam crispy – KFC 1 ptg sedang 470
Nugget – KFC 6 ptg 284
Spicy wing – Popeye’s 1 ptg sedang 160
Ikan 1 ptg kecil 50
Tempe goreng 1 ptg 208
Tempe goreng tepung 1 ptg 347
Tahu goreng 1 ptg 204
Daging sapi 1 ptg (200 gr) 429
KALORI SAYURAN DAN BUAH
Jenis Makanan Jumlah/Ukuran Kalori
Sayur 1 gelas 25
Garden salad – KFC (No dressing) 1 porsi 30
Macaroni salad – A&W 1 porso 260
Onion rings – Burger King Ukuran medium 330
Mushroom Soup – Pizza Hut 1 porsi 70
Apel 1 buah kecil 50
KALORI MINUMAN
Jenis Minuman Jumlah/Ukuran Kalori
Coca Cola 1 klg (330ml) 139
Cappucino – Starbucks Regular 199
Hot chocolate – Dunkin Small 210
Lemon tea – McD 1 gls regular 84
Fresh Juice Melon -  Pizza Hut 1 gls regular 120
Orange Juice – McD 1 gls regular 168
Root Beer Float Small 330
LAIN-LAIN
Jenis Makanan Jumlah/Ukuran Kalori
Gula 1 sdm 50
Minyak 1 sdt 50

Daftar Kalori Makanan

 

Makanan Rendah Kalori

Salah satu cara mengurangi berat badan, selain rajin berolahraga, tentunya dengan cara mengatur makanan yang masuk ke dalam tubuh. Intinya, bila ingin menurunkan berat badan, maka jumlah kalori yang masuk harus lebih sedikit dari kalori yang keluar. Bila kalori yang masuk justru lebih besar dari kebutuhan harian, maka kelebihan kalori tersebut justru akan ditumpuk dalam tubuh dan membuat berat badan semakin bertambah. Namun, masih banyak orang yang bingung dalam hal menghitung kalori makanan.  Nah, dalam postingan kali ini dan beberapa postingan selanjutnya, saya akan menuliskan kandungan kalori makanan.

Daftar Penukar Bahan Makanan (DPBM) adalah penggolongan bahan makanan berdasarkan nilai gizi yang setara, sehingga dapat membantu mereka yang harus memilih bahan makanan yang sesuai dengan jenis dietnya. Bahan makanan yang masuk dalam golongan yang sama memiliki kandungan kalori, karbohidrat, proten dan lemak yang hampir sama. Bahan yang tinggi serat, purin, kolesterol, lemak tidak jenuh tunggal, natrium dan kalium diberi tanda untuk memudahkan pengaturan diet, terutama yang berhubungan dengan penyakit tertentu.

Agar lebih mudah, maka bahan makanan dalam daftar di bawah ini, selain dinyatakan dalam ukuran gram, juga dinyatakan dengan standar Ukuran Rumah Tangga (URT). Keterangan singkatan URT adalah sebagai berikut:

Bj: biji Ptg; potong Kcl: kecil
Btg: batang Sdm: sendok makan Lbr: lembar
Bsr: besar Bh: buah Sdg: sedang
Gls: gelas Btr: butir Sdt: sendok teh
Kpg: keping G: gram

Sedangkan, persamaan antara URT dengan rata-rata berat gram adalah:

1 sdm = 3 sdt = 15 ml

1 gls = 250 ml

1 gls nasi = 140 gr nasi = 70 g beras

1 sdm gula pasir = 10 g

1 sdm tepung susu = 5 g

1 sdm tepung beras = 6 g

1 sdm minyak goreng = 10 g

1 sdm margarine = 10 g

Golongan I (Bahan Makanan Sumber Karbohidrat)

Umumnya, bahan makanan ini digunakan sebagai makanan pokok. Satu satuan penukar mengandung 175 kalori, 40 g karbohidrat dan 4 g protein.

Bahan Makanan

URT

Berat (g)

Keterangan

Bubur

2 gls

400

Cornflakes

1,5 gls

50

Crackers tawar

5 kpg

40

Havermut

10 sdm

50

Jagung segar

3 bh sedang

125

S++

Kentang

2 bj sdg

210

K+

Macaroni

0,5 gls

50

P-

Mie basah

2 gls

200

Na+

Mie kering

1 gls

50

Nasi

3/4 gls

100

Nasi tim

1 gls

200

Roti tawar putih

2 lbr

80

Na+

Singkong

1 ptg sdg

100

K+, P-, S+

Spaghetti

0,5 gls

50

Tepung beras

8 sdm

50

Tepung terigu

5 sdm

50

Tepung hunkwe

10 sdm

50

Tepung maizena

10 sdm

50

Tape singkong

1 ptg sdg

100

S++, P-

Tape beras ketan

5 sdm

100

Ubi

1 bj sdg

125

S++, P-

Keterangan:

Na+ = Natrium 200–400 mg

P- = Rendah Protein

S++ = Serat > 6g

K+ = Tinggi Kalium

S+ = Serat 3-6 g

Cara Memperbanyak ASI

Cara Memperbanyak ASIBerikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan produksi ASI :

  1. Pastikan bayi menyusu secara efisien dan menghisap dengan benar. Maksudnya, semakin banyak susu yang diminum bayi/dikeluarkan, maka akan semakin banyak susu yang diproduksi tubuh ibu. Jika posisi pelekatan bibir bayi pada payudara tidak tepat, misalnya hanya bagian putting yang masuk ke mulut bayi, maka bayi tidak dapat menyedot dengan benar. Bila bayi dinilai belum mampu menyusu dengan benar, maka setelah bayi selesai menyusu, gunakan alternatif untuk mengeluarkan sisa ASI, yaitu dipompa, baik dengan menggunakan tangan atau alat. Dengan demikian, tubuh akan menangkap signal bahwa ASI harus ditingkatkan karena produksi saat ini habis.
  2. Sering-seringlah menyusui. Ingatlah, semakin sering anda mengosongkan payudara anda, maka semakin banyak susu akan diproduksi. Berikan ASI setiap dua jam sekali pada siang hari dan setidaknya setiap tiga jam sekali di malam hari.
  3. Berikan kedua sisi payudara di setiap sesi menyusui. Biarkan bayi menyelesaikan sisi pertama, kemudian lanjutkan dengan memberikan sisi kedua.
  4. Hindari dot dan botol. Semua kebutuhan mengisap bayi harus dipenuhi dari payudara, kecuali karena keadaan memaksa, seperti Ibu harus bekerja.
  5. Berikan bayi hanya ASI. Hindari semua makanan padat, air putih, dan susu formula bila bayi yang lebih muda dari enam bulan.
  6. Cukup istirahat. Tidurlah saat bayi tidur dan hindari stress. Saat haus, minumlah cukup cairan, namun tidak perlu sampai minum berlebihan karena hal tersebut juga tidak akan meningkatkan pasokan ASI. Selain itu, makanlah makanan bergizi baik dan seimbang.
  7. Menambahkan sesi memompa setelah atau antara sesi menyusui dapat sangat membantu – memompa ini sangat penting ketika bayi tidak menyusui efisien atau tidak cukup sering. Ketika memompa untuk meningkatkan pasokan susu, tetaplah  memompa selama 2-5 menit setelah tetes terakhir susu.
  8. Pertimbangkan suplemen untuk meningkatkan suplai susu.

Penyakit Asma dan Penyebabnya

Penyakit AsmaAsma adalah peradangan kronis pada saluran napas yang menyebabkan pembengkakan dan penyempitan dari saluran napas tersebut, dan mengakibatkan kesulitan bernapas. Saluran napas yang meradang kronis dapat menjadi terlalu sensitif terhadap alergen (pemicu spesifik) atau iritan (pemicu nonspesifik).

Setiap orang memang memiliki kemungkinan dimana saluran napasnya bersifat hiper reaktif, namun penderita asma dan penderita alergi (tanpa asma yang terlihat) memiliki tingkat yang lebih besar untuk mengalami hiper reaktif dari saluran napas mereka dibanding dengan orang yang tidak memiliki asma dan alergi.

Pada orang yang sensitif, saluran bronchial-nya lebih mungkin membengkak dan menyempit bila terkena pemicu seperti alergen, asap tembakau, atau berolahraga. Asma juga mempengaruhi orang-orang dengan derajat yang berbeda, tergantung reaksi penderita terhadap rangsangan lingkungan. Tentunya hal ini mempengaruhi jenis dan dosis obat yang diresepkan, yang dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain.

Gejala asma dapat dipicu atau diperburuk oleh banyak hal, namun perlu diingat bahwa tidak semua penderita asma bereaksi terhadap pemicu yang sama. Berikut adalah gejala asma :

  1. Batuk, dan biasanya batuk dari asma memburuk pada malam hari atau pagi hari, sehingga menyulitkan penderita untuk tidur malam. Kadang-kadang batuk membawa lendir atau dahak.
  2. Mengi, atau timbul suara desah atau seperti siulan ketika penderita bernapas.
  3. Dada seperti dicengkeram atau diduduki oleh sesuatu sehingga terasa berat.
  4. Sulit bernapas. Beberapa orang mengatakan mereka tidak bisa bernafas, atau seperti kehabisan napas dan tidak mendapat cukup udara.

Pada umumnya penyebab asma adalah:

  1. Serbuk sari tanaman
  2. Debu rumah, jamur, bulu hewan peliharaan,dah bagiah tubuh serangga
  3. Makanan, seperti ikan, telur, kacang tanah, susu sapi, kedelai.
  4. Zat-zat yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti zat kimia,  karet, gas, logam.
  5. Infeksi saluran napas, seperti yang disebabkan oleh virus, bronchitis atau sinusitis.
  6. Gastroesophageal reflux disorder (GERD)
  7. Obat-obatan seperti aspirin dan obat-obatan yang digunakan untuk menjaga tekanan darah tinggi dan fungsi jantung.
  8. Asap rokok
  9. Faktor outdoor seperti asap kabut, perubahan udara, asap mesin diesel
  10. Faktor indoor seperti cat dinding, detergen, deodorant, parfum.
  11. Olahraga, terutama pada saat cuaca dingin dan kering.
  12. Faktor emosi, seperti tertawa, menangis, dan keadaan tertekan.
  13. Faktor hormon, seperti menjelang haid.

 

Langsing Sehat Dengan Jeruk Nipis

Jeruk nipis mengandung polisakarida non-pati yang dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama dan juga dapat menurunkan kadar kolestrol dalam darah. Polisakarida non-pati, dalam istilah umum sering disebut sebagai serat. Selain itu, jeruk nipis juga mengandung sulphur dan belerang sehingga jeruk nipis juga bersifat membunuh bakteri. Sifat astringent-nya juga berfungsi mengecilkan pori-pori atau fili-fili di dalam usus halus, sehingga penyerapan makanan menjadi lebih sedikit. Tak hanya itu, masih ada kandungan saponin yang terkandung dalam jeruk nipis yang bersifat mengecilkan dan menghancurkan lemak, seperti saat kita mencuci piring.

Cara mengkonsumsi jeruk nipis untuk melangsingkan tubuh

1. Saat yang tepat untuk minum perasan jeruk nipis yang telah dicampur air dingin adalah setengah jam sebelum makan pagi dan makan siang. Namun, untuk pemula sebaiknya jangan langsung dua kali sehari, melainkan cukup satu kali sehari dulu. Dalam waktu 15 menit setelah minum jeruk nipis, jangan mengkonsumsi makanan atau minuman lain.

2. Banyaknya jeruk nipis yang diperas untuk sekali minum, bervariasi dari 1-5 buah (dicampur dengan 200 ml air), bergantung dari kekuatan tubuh anda. Pertama-tama disarankan 1-2 buah dulu, dan kalau tubuh tidak menolak, keesokan harinya bisa ditambah satu demi satu. Kalau ingin lebih manjur, sebaiknya tidak usah tambahkan gula.

3. Sebaiknya jeruk nipis langsung diminum setelah diperas, supaya kandungan vitamin C-nya tidak menguap. Sebaiknya juga gunakan air dingin untuk campuran jeruk nipis, karena vitamin C lebih awet dalam air dingin disbanding air hangat.

4. Jangan lupa, selama menjalani terapi jeruk nipis ini, anda harus banyak minum air putih supaya lemak tubuh lebih cepat luruh.

Makanan Untuk Kecerdasan Anak

Kecerdasan AnakKecerdasan otak anak ditentukan oleh 3 faktor, yaitu gen atau keturunan, makanan dan stimulasi yang diberikan. Faktor gen atau keturunan sudah merupakan pemberian yang tidak dapat diubah, sedangkan faktor makanan dan stimulasi masih dapat kita upayakan untuk membuat mereka tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas.

Sangat penting untuk memperhatikan apa yang dimakan oleh anak-anak setiap hari agar mereka dapat tumbuh cerdas , sehat dan mampu berkonsentrasi dengan baik di sekolah. Berikut adalah daftar makanan yang sebaiknya dikonsumsi anak-anak untuk memenuhi kebutuhan otaknya:

Yogurt dan Susu

Anak-anak membutuhkan vitamin D 10x lipat lebih banyak dibanding yang direkomendasikan. Vitamin D tersebut memiliki peranan penting dalam system saraf otot, dan siklus hidup sel. Selain itu yogurt dan susu banyak mengandung protein dan vitamin B yang diperlukan untuk neurotransmitter otak.

Oat

Oat sangat baik untuk dijadikan sarapan pagi, sebagai bahan bakar otak dan sumber energi. Oat banyak mengandung serat, vitamin B, vitamin E, seng dan juga potassium.

Daging sapi tanpa lemak

Zat besi yang banyak terdapat dalam daging sapi sangat penting untuk konsentrasi anak. Dengan konsumsi 1 ons daging sapi tanpa lemak dalam sehari, maka tubuh akan terbantu dalam penyerapan zat besi dari sumber lainnya. Seng yang terkandung didalamnya juga berperan menjaga daya ingat.

Ikan Salmon

Salmon merupakan sumber terbaik dari DHA ,EPA dan asam lemak omega 3. Kecukupan DHA dan EPA sangat menentukan pertumbuhan fungsi otak dan perkembangannya. Penelitian juga membuktikan bahwa mereka yang mengkonsumsi asam lemak lebih banyak, memiliki pikiran yang lebih tajam dan mendapat hasil yang lebih baik dalam berbagai test.

Gandum murni

Gandum mengandung banyak vitamin B yang fungsinya memelihara system saraf. Selain itu, serat yang dikandung didalamnya juga berfungsi mengatur pelepasan glukosa. Pelepasan glukosa yang sifatnya konstan tersebut sangat diperlukan otak.

Telur

Bagian kuning telur banyak mengandung kolin yang fungsingnya membantu perkembangan memori atau daya ingat. Selain itu telur juga terkenal sebagai sumber protein.

Aneka Buah Berry

Strawberry, cherry, blueberry, blackberry, banyak mengandung antioksidan kadar tinggi dan khususnya vitamin C yang berfungsi mencegak kanker. Semakin cerah warnanya, semakin baik nutrisi yang terkandung di dalamnya. Mereka yang secara rutin mendapatkan asupan blueberry dan strawberry terbukti mengalami peningkatan dalam fungsi daya ingat atau memorinya. Selain itu, bijinya pun dikenal banyak mengandung asam lemak omega 3.

Kacang-kacangan

Kandungan umum yang terdapat dalam kacang-kacangan adalah protein, karbohidrat kompleks, serat, vitamin dan mineral. Kacang-kacangan berfungsi mempertahankan energy dan kemampuan berpikir untuk tetap berada pada puncaknya di sore hari apabila dikonsumsi siang hari. Berdasarkan penelitian, kacang pinto dan kacang merah merupakan sumber terbaik asam lemak omega 3, terutama ALA (Alpha Linolenic Acid)  yang merupakan jenis omega 3 yang penting bagi fungsi otak.

Sayuran Berwarna

Sayuran yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat antara lain tomat, labu, bayam, ubi jalar merah, dan wortel. Semuanya kaya nutrisi dan antioksidan.

Selai kacang

Kacang dan selainya banyak mengandung vitamin e, yang merupakan sumber antioksidan. Bersama-sama dengan thiamin, vitamin e berfungsi membantu sistem saraf dan otak dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi.

Khasiat Kacang Hijau dan Kandungan Gizinya

Khasiat Kacang Hijau

Kacang hijau memang tidak hanya sekedar lezat, tetapi juga mengandung banyak vitamin dan bernilai gizi tinggi. Vitamin yang dikandung di dalamnya antara lain vitamin A, B1, B2, C, K, dan kecambahnya mengandung vitamin E.  Selain vitamin-vitamin tersebut, dalam 110 gram kacang hijau juga terkandung 345 kalori, 1.2 gram lemak, 22.2 gram protein, mineral fosfor, mangan dan zat besi. Lemak yang terkandung dalam kacang hijau pun tergolong lemak tak jenuh, yaitu sekitar 73%, sehingga baik bagi kesehatan jantung.

Selain kandungannya gizinya, kacang hijau juga dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit, antara lain radang ginjal, tekanan darah tinggi, beri-beri, melancarkan pencernaan, keracunan alcohol/pestisida/timah hitam, muntaber, menguatkan fungsi lambung dan limpa,  TBC paru, jerawat, dan mengurangi gatal karena biang keringat.

Selain kacang hijau, kecambahnya atau yang biasa dikenal sebagai toge juga memiliki banyak khasiat, antara lain sebagai antioksidan, mencegah penyebaran sel kanker, meningkatkan kesuburan, menghaluskan kulit, menyuburkan rambut, dan menghilangkan flek hitam pada wajah.

Uniknya, berbeda dari jenis sayur pada umumnya, kacang hijau tidak terlalu terpengaruh oleh suhu panas. Jadi bila sayuran lain tidak baik untuk terlalu lama direbus, tidak demikian dengan kacang hijau.  Pemanasan berulang maupun pemanasan dalam jangka waktu lama tidak membuat khasiatnya berkurang.

Namun, disamping banyak kelebihan di atas, ada satu kekurangan kacang hijau, yaitu senyawa didalamnya yang disebut oksalat. Oksalat adalah asam organic yang secara alami terdapat dalam semua mahluk hidup. Namun bila kandungan oksalat dalam tubuh agak berlebihan, maka oksalat tersebut dapat mengkristal, dan dapat berakibat menjadi batu ginjal.

Mitos-mitos Seputar Diabetes. Mana yang Benar?

DiabetesBanyak informasi seputar diabetes yang tidak benar bahkan menyesatkan. Yuk, kita lihat satu persatu mitos-mitos tersebut agar kita lebih bijak dan cerdas dalam menghadapi penyakit ini.

Mitos ke-1: Diabetes tidak dapat disembuhkan. Berbeda dengan tipe 1, penderita diabetes tipe 2 dapat disembuhkan dengan terapi yang konsisten, termasuk perubahan gaya hidup. Diabetes kehamilan yang muncul pada masa kehamilan juga biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah proses melahirkan.

Mitos ke-2: Diabetes merupakan penyakit dewasa. Untuk diabetes tipe-2, saat ini semakin banyak anak dan remaja yang didiagnosa menderita penyakit tersebut, terutama bagi mereka yang memiliki berat badan berlebih. Sedangkan untuk diabetes tipe-1, sejak dulu memang sudah banyak diderita oleh anak-anak .

Mitos ke-3: Penderita diabetes harus mendapat suntikan insulin seumur hidup. Untuk penderita diabetes tipe 2, hal ini tidak berlaku, karena pangkreasnya masih dapat memproduksi insulin, dan masih dapat ditolong dengan obat-obatan. Untuk tipe 1, penderitanya memang harus menerima suntikan insulin seumur hidupnya.

Mitos ke-4: Makanan/minuman manis adalah penyebab diabetes. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kerusakan sel di pankreas yang bertugas memproduksi insulin, sehingga tidak ada hubungannya antara diabetes tipe 1 dengan konsumsi gula berlebih. Sementara diabetes tipe 2 lebih disebabkan oleh gaya hidup dan faktor genetik. Jadi, diet tinggi kalori, baik dari segi gula maupun lemak akan meningkatkan berat badan yang pada akhirnya meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2.

Mitos ke-5: Diabetes bukan penyakit serius. Diabetes adalah salah satu penyebab kematian utama, dimana dua dari tiga penderita diabetes meninggal akibat stroke atau penyakit jantung.

Mitos ke-6: Para penderita diabetes memiliki berat badan berlebih. Pada umumnya, penderita diabetes tipe 2 memang memiliki berat badan berlebih, meskipun tidak semuanya demikian. Namun perlu diingat bahwa ada banyak faktor resiko lain yang juga menentukan diabetes, seperti keturunan, usia, dan gaya hidup. Oleh karena itu, jangan abaikan faktor-faktor lain tersebut meskipun berat badan anda tidak berlebih.

Mitos ke-7: Penderita diabetes harus menghindari makanan/minuman manis. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Bila merupakan bagian dari diet yang sehat dan dikombinasikan dengan olahraga, maka penderita diabetes masih boleh mengkonsumsi makanan/minuman manis. Salah satu tips untuk mencegah peningkatan glukosa darah secara cepat, sebaiknya makanan/minuman manis dinikmati setelah makan makanan rendah karbohidrat.

Mitos ke-8: Gula darah sedikit di atas normal tidak berbahaya. Meskipun kenaikannya hanya sedikit di atas normal, namun bila hal ini terjadi terus-menerus, maka hal ini dapat menyebabkan kerusakan berbagai organ tubuh. Dalam darah, kelebihan gula juga dapat merusak pembuluh darah dan mengakibatkan aterosklerosis sehingga dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Penanganan Kejang Demam Pada Anak (Step)

Penanganan Step Pada AnakKejang demam atau yang sering dikenal dengan istilah step (Dari bahasa Belanda: Koortsstuipen) adalah kejang yang dipicu oleh demam dan umumnya terjadi pada anak-anak di bawah usia 6 tahun. Paling sering terjadi, adalah pada rentang usia 18 bulan hingga 3 tahun.

Kejang demam terjadi sebagai akibat dari terganggunya aktivitas listrik di otak akibat meningkatnya suhu tubuh anak. Selain itu, bisa juga sebagai tanda awal dari suatu penyakit, seperti flu, pilek, infeksi telinga, pneumonia atau meningitis, atau infeksi lainnya. Biasanya kejang demam merupakan faktor keturunan. Bila salah satu orangtuanya pernah mengalaminya, maka seorang anak memiliki kemungkinan sebesar 10-20% untuk mengalaminya juga. Bila kedua orangtua dan saudara kandungnya juga pernah mengalaminya, maka resiko sang anak akan meningkat menjadi 30%.

Biasanya, kejang demam tidak berulang, namun penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak akan mengalami kejang demam untuk kedua kalinya, dan resiko akan meningkat apabila kejang pertama terjadi di usia kurang dari 1.5 tahun, atau jika ada riwayat keluarga yang mengalami kejang demam juga, atau jika kejang ditimbulkan akibat demam yang tidak terlalu tinggi (38.5 derajat celcius atau kurang).

Gejala kejang demam adalah sebagai berikut:

  1. Saat demam dimulai, tubuh anak mendadak menjadi kaku.
  2. Bola mata berputar ke belakang.
  3. Anak kehilangan kesadaran.
  4. Tubuh, tangan dan kaki mulai mengejang/kelojotan dengan kepala mendongak.
  5. Kulit menjadi kebiruan/gelap.
  6. Napasnya tidak beraturan.

Keadaan di atas biasanya tidak berlangsung lama, bisa dalam hitungan detik atau menit, dan tak lama kemudian penderita akan kembali tersadar. Untuk beberapa saat sebelum sadar sepenuhnya, penderita akan tampak mengantuk.

Berikut ini adalah penanganan anak yang mengalami kejang demam/step:

  1. Baringkan anak di lantai atau kasur yang lembut, dan berikan bantal sebagai alas kepalanya.
  2. Miringkan tubuhnya perlahan apabila anak mulai muntah/mengumpulkan liur di mulutnya. Tujuannya adalah agar ia tidak tersedak oleh muntahnya sendiri.
  3. Longgarkan baju dan celananya agar ia dapat bernapas dengan bebas.
  4. Jangan menahan gerakan anak selama kejang berlangsung.
  5. Jangan meletakkan benda apapun ke dalam mulutnya, agar tidak merusak gigi atau mengakibatkan cedera mulut lainnya.
  6. Kompres kepala dan tubuhnya dengan air hangat (bukan air dingin!). Air dingin atau alkohol hanya akan memperparah demam.
  7. Bila ada, berikan diazepam dalam bentuk supositoria semi padat ke dalam anus anak. Pemberian melewati anus ini akan bereaksi lebih cepat.
  8. Bila kejang demam/step berlangsung lebih dari 5 menit, segera hubungi dokter. Demikian pula apabila kejang terjadi lebih dari sekali dalam hari yang sama.